Selasa, 16 Februari 2010

Sejatinya Hidup itu harus dipahami



Ku awali tulisan ini dengan bacaan “Bismillah”
Kasus bunuh diri mungkin  sudah menjadi  sebuah tren baru di zaman yang serba modern ini, zaman yang mendeklarasikan dirinya sebagai zaman era globalisasi di awal kebangkitannya, ternyata sudah menelan banyak korban karena kekejamannya, ribuan atau bahkan jutaan manusia banyak yang stress lalu mengambil jalan pintas dengan jalan bunuh diri ,itu semua karena ulahnya, ribuan manusia tanpa ahlak tercipta pada zaman ini, itupun karena ulahnya, kemaksiatan sudah semakin nyata keberadannya, syetan dan pengikut-pengikut setianya sudah terang-terangan mendeklarasikan peperangan pada umat nabi muhammad, umat terbaik yang terlahir yang selalu amar ma’ruf nahi munkar, dan itu semua pun karena ulahnya.
Apakah zaman itu sedemikian kejamnya?...
Ma’af bukan itu maksdunya, yang kejam bukan zamannya tetapi orang-orang yang hidup dalam zamannya, yang sudah semakin jauh dari tata kehidupan yang madani, sehingga kembali lagi pada kehidupan yang jahiliyah tetapi mungkin kehidupan jahiliyahnya dikemas menjadi modern.
Kembali lagi, bunuh diri hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah tak punya iman lagi akan alam ghaib,iman kepada alam ghaib adalah sebuah keyakinan yang kuat dalam hati yang diikuti oleh perkataan lisan dan perbuatan anggota badan untuk membenarkan  tentang keberadaan alam ghaib, alam dimana setiap amal yang diperbuat oleh manusia akan dipertanggungjawabkan secara adil, alam dimana manusia akan hidup kekal dengan menanggung segala akibat dari perbuatannya didunia, apabila hidupnya selaras dengan al-qur’an dan hadits kenikmatan surgalah balasan yang layak diterimanya begitu juga sebaliknya jika kehidupan di dunianya jauh dengan al-qu’an dan hadits maka siksaan neraka yang begitu sangat pedihlah balasan yang layak diterimanya, Allah tidak memaksa pada manusia untuk masuk ke salah satu tempat yang disediakan tadi, tetapi Allah memberikan jalan untuk setiap tempat dengan bantuan nabi dan rasulnya secara jelas, tinggal kita yang akan memilih jalan surga atau nerakalah yang kita minati...pahami itu semua dengan penuh kesadaran..karena hidup kita didunia sangat menentuka nasib hidup kita di akhirat.


== Masih Belajar ==

Tidak ada komentar:

Posting Komentar