Selasa, 02 Februari 2010

Sebuah Pengakuan


Indah rasanya pagi ini, ditemani secarik kertas dan sebantang pena hadiah.

Entah apa yang akan hendak ditulis.

Hati dan pikiran seakan saling terkesima.

Pada tangan yang berjalan dengan tenang

Menuliskan bait-bait kata Yang tidak dipahami dan tidak dimengertinya.

Sepintas sekan sia-sia..

Tapi lama-kelamaan bait kata itu sudah menjelma menjadi sebuah kalimat.

Sejam Kemudian berubah menjadi sebuah pengakuan diri

Bahwa dirinya, sudah bosan terdiam.

Terdiam lama dari aktivitasnya selama ini.

Ya...sudah 2 tahun lamanya.

Dia tidak dipekerjakan dengan baik.

Tepatnya, sejak lulus SMA tuannya

Kini dia mulai berontak,

Meminta pada tuannya

Untuk dipekerjakan kembali dengan baik.

Membuat karya-karya sederhana

Mudah-mudahan tuannya mengerti pada Keinginan dua budaknya ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar