Rabu, 10 November 2010

Intermezo



Dulu waktu aku kecil, sawah merupakan tempat bermain pavoritku, maklum aku tinggal di desa yang jauh dari keramaian, jadi waktu itu ga ada tempat bermain anak-anak, kalaupun ada hanya sebatas lapang besar yang sering digunakan anak-anak bermain bola, jadi aku sering menghabiskan waktuku di sawah sambil menemani uwaku yang sedang bertani, oh ya semenjak umurku 3 tahun aku tinggal di rumah uwa, walaupun rumahnya dekat tetapi aku tidak pernah mau pulang ke rumah, tidak tahu alasannya tetapi aku sangat merasa betah tinggal di rumah uwa, walaupun kehidupannya lebih sederhana daripada kehidupanku di rumah, tetapi itu semua tidak membuatku beranjak dari rumah uwa, sampai usiaku menginjak usia sekolah.
Ingat waktu dulu, setiap musim panen tiba, aku sering dibangunkan pukul empat pagi,  dan kami berangkat ke sawah pukul lima pagi setelah menunaikan shalat shubuh, setibanya di sawah aku sering ditinggalkan di saung (Gubuk), sambil melihat-melihat pemandangan yang menakjubkan, gemerlap cahaya lampu di bukit gunung tangkuban perahu terlihat jelas, katanya itu ciater, salah satu kota wisata di kabupaten subang, oh ya kata uwa ciater adalah sebuah jalan ke kota bandung, kota kembang kota impianku selama ini, kota ibu kotanya provinsi jawa barat, banyak berdiri gedung tinggi, sekolah dan universitas-universitas ternama di sana oleh sebab itu aku ingin bisa bersekolah di sana.
16 tahun kemudian, cita-citaku tercapai, Allah memberika kesempatan bagiku agar bisa menghirup sejuknya udara kota bandung, 3 agustus 2007 aku resmi diterima di salaha satu universitas ternama di bandung. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebuah universitas yang mencetak calon-calon guru indonesia, mudah-mudahan amanah yang Allah berikan padaku ini, aku bisa menjaganya dengan baik, buat uwaku, uwa tetap yang terbaik uwa adalah orangtuaku yang sangat aku hormati sampai kapanpun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar